Buka Identitas Anak Denda Rp 500 Juta
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA
–
Didorong untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang jurnalistik, mahasiswa
Program S1 Pemerintahan Integratif (PIN) Universitas Mulawarman (Unmul)
Samarinda menggelar Dialog Jurnalistik dengan tema Perlindungan Anak dalam
Pemberitaan Media, Senin (18/9) tadi.
Kegiatan dialog menggandeng Persatuan
Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim dengan didukung PT Kaltim Prima Coal.
Narasumber dialog yang dihadirkan adalah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia
(PWI) Kaltim Endro S Efendi, yang juga tercatat sebagai ahli pers dari Dewan
Pers. Ikut mendampingi Sekretaris PWI Kaltim Wiwid Marhaendra Wijaya.
Dialog yang dipandu moderator Safaranita Nur
Effendi itu dibuka oleh Ketua Program Studi S1 Pemerintahan Integratif Unmul,
Budiman.
Dalam paparannya, Endro menyampaikan bahwa
sebagai upaya perlindungan pada anak, Dewan Pers sudah mengeluarkan Pedoman
Pemberitaan Ramah Anak (PPRA). Dalam pedoman tersebut, poin utamanya adalah
anak sebagai saksi, korban, bahkan pelaku, identitasnya harus disembunyikan.
“Kalau dulu, sering kali media menyebut anak
korban sebagai Bunga. Ini tidak dibenarkan, karena ada juga anak-anak yang
memang diberikan nama Bunga oleh orang tuanya,” sebut Endro.
Selain itu, alamat juga tidak dibenarkan
untuk ditulis lengkap. Untuk alamat, hanya sampai di kecamatan saja. Begitu
juga penyebutan korban, saksi, atau pelaku yang dekat dengan anak, tidak
dibenarkan, demi melindungi identitas anak.
“Misalnya ada anak jadi korban rudapaksa
bapaknya sendiri. Maka identitas bapaknya juga harus disembunyikan, untuk
melindungi identitas anak,” beber alumni pendidikan Lemhanas ini.
Lantas apa konsekuensi jika ada media yang
melanggar? “Sanksinya jelas, hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda
maksimal Rp 500 juta,” sambungnya.
Para mahasiswa sangat antusias mendengarkan
pemaparan yang disampaikan. Terbukti, dalam dialog itu, ada beberapa pertanyaan
yang dilontarkan beberapa mahasiswa baik terkait tema maupun terkait jurnalistik
pada umumnya.
Sebelumnya, Ketua Program Studi S1
Pemerintahan Integratif Unmul, Budiman menyampaikan, sudah lama rencana kerja
sama dengan PWI Kaltim ini digagas. “Alhamdulillah, akhirnya terealisasi juga,”
katanya.
Ia berharap, dengan dialog ini bisa kembali menyemangati mahasiswa dalam menggelar kegiatan di kampus.
“Kami juga punya
media mahasiswa. Semoga setelah ini bisa semakin produktif,” pungkasnya. (*)